Tel: (021) 3169335, Email: sekr-tirbr@bppt.go.id

Dalam rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Pelaksanaan Program Prioritas Nasional (PRN) Tahun 2021 pada bidang fokus Teknologi Kemaritiman Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim (BPPT) menggelar Uji Hidrodinamika Kapal Mini LNG Carrier secara live streaming dari Laboratorium Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) Surabaya (21/05). 

 

 

Pengujian tersebut merupakan salah satu sarana guna memperkenalkan program-program yang ada di BPPT serta untuk menjalin kerjasama dengan para mitra yang potensial baik dari intitusi Kementerian, Perguruan Tinggi, Industri maupun pengguna. Pengujian ini pun diapresiasi oleh Kepala BPPT Hammam Riza. 

 

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, melalui tujuh perannya terus melakukan upaya-upaya yang memberikan solusi bagi dunia industri. Energi merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional, karenanya ketersedian pasokan energi harus dapat menjamin kesinambungan pembangunan nasional. 

 

Kemandirian energi menjadi salah satu isu yang terus digaungkan oleh Pemerintah dalam mendorong terciptanya ketersediaan pasokan energi listrik di wilayah Indonesia, penggunaan sumber energi alternatif seperti LNG dapat digunakan sebagai bahan bakar terbarukan dan ramah lingkungan. 

 

Ketersediaan kapal untuk distribusi gas masih belum didukung oleh kemampuan Indonesia dalam melakukan rekayasa kapal LNG, sehingga desain kapal mini LNG sebagai salah satu alternatif yang memungkinkan kapal ini dibangun di galangan kapal nasional "Untuk itu BPPT memberikan solusi dengan melakukan inovasi desain Kapal Mini LNG Carrier beserta komponen utamanya yaitu Iso Tank" jelasnya. 

 

Menurut Hammam, dalam pelaksanaan inovasi sangat memerlukan keterlibatan pihak-pihak atau institusi lain seusai dengan bidangnya agar ekosistem inovasi juga berkembang. seperti ITS telah dan sedang melakukan kajian feasibility study dan tekno ekonomi bagi pengembangan mini LNG Carrier tersebut, lembaga sertifikasi seperti Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) diperlukan dalam rangka proses approval design kapalnya. 

 

Industri galangan sangat diperlukan dalam rangka pembangunan wahana tersebut dan pihak pengguna yang akan menggunakan hasil inovasi kapal ini untuk proses bisnisnya seperti PT Samudera Indonesia yang telah melakukan perjanjian kerjasama dalam pengoperasian kapal nantinya. 

 

Hal ini pun dinyatakan juga oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT Wahyu Widodo Pandoe menyampaikan, bahwa RPJM 2020-2024 memfokuskan pada bidang kemaritiman, dimana kemaritiman ini adalah salah satu bagian dari delapan bidang fokus litbangjirap di BPPT, yang menjadi prioritas. 

 

Menurut Wahyu Pandoe, bahwa ada tiga desain kapal BPPT yang saat ini sedang dikembangkan oleh BPPT yakni Harbour Tug Dual Fuel yang diharapkan bisa memenuhi persyaratan emisi gas buang (Eco Green) serta meningkatkan produk dalam negeri. Kapal ini masih dalam basic desain dan diharapkan awal tahun depan sudah mendapatkan sertifikasi dari BKI (Biro Klasifikasi Indonesia). 

 

Kemudian kapal Mini LNG Carrier yang saat ini akan diujikan. Ketiga adalah wahana Angkut ALPO yang diperlukan untuk membongkar anjungan lepas pantai dalam mengambil objek didasar laut. Harapan kedepannya kegiatan ini menjadi solusi tepat untuk kemaritiman di Indonesia dan dapat diimplementasikan dengan cepat, tepat dan bermanfaat bagi Indonesia.