Tel: (021) 3169335, Email: sekr-tirbr@bppt.go.id

 

 

Pada Selasa tanggal 27 September 2020 telah dilaksanakan webinar dengan judul “Seismic Resistance on High Speed Railway Bridge and Digital Transformation in Transportation”. Webinar ini cukup spesial karena selain ada pemaparan keynote speech dari Bapak Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc, IPU, webinar ini juga menghadirkan narasumber dari Southwest Jiaotong University (SWJU)Webinar ini dimulai dengan pembukaan dari Bapak Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun (TIRBR) Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, M.Sc. Bapak Deputi menjelaskan bahwa standar desain jembatan kereta cepat sangat diperlukan dalam pengembangan jaringan kereta cepat di Indonesia. Kemudian, dengan adanya kerjasama antara BPPT dan SWJU, diharapkan kolaborasi ini menjadi pembuka bagi pertukaran ilmu pengetahun dan teknologi antara China dan Indonesia di bidang kereta cepat. 

 

Keterangan gambar (searah jarum jam): 1. Kepala BPPT 2. Dwi Phalita 3. First Secretary Embassy of the People’s Republic of China in Republic of Indonesia 4. Narasumber SWJU 5. Prof. Wimpie Aspar sebagai moderator

 Selanjutnya, Kepala BPPT Bapak Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc, IPU dalam keynote speech berjudul “The Need of Monitoring System for Structural Health of Railway Bridge” menyatakan, bahwa dalam jaringan perkeretaapian, jembatan mempunyai peran yang sangat penting sebagai penghubung dua area yang berbeda. Oleh karenanya, diperlukan sistem pemantauan struktur jembatan untuk dapat memastikan keselamatan pengguna kereta api. Sistem pemantauan struktur jembatan pengembangan BPPT ini dilengkapi dengan Internet of Things (IoT) serta kecerdasan artifisial yang dapat membantu proses pemeliharaan jembatan secara sistemik. Selain itu IoT juga mampu melacak data yang dibutuhkan dan langsung menyimpannya di cloud untuk memudahkan pemantauan.

Kepala BPPT Bapak Dr. Ir. Hammam Riza M.Sc, IPU menyampaikan, bahwa tugas dari BPPT untuk melakukan kliring teknologi, transfer teknologi, dan audit teknologi pada sistem pemantauan struktur jembatan. Saat ini BPPT telah ditunjuk sebagai koordinator program flagship perkeretaapian. Harapan Kepala BPPT ke depan, bahwa Indonesia akan menguasai teknologi ini, dan memastikan keberhasilan penerapannya di lapangan.

 Setelah pemaparan dari Kepala BPPT, lima narasumber berbagai instansi berkesempatan untuk memaparkan materi mereka yang sangat menarik. Narasumber pertama adalah Dr.  Pariatmono dari Universitas Mercu Buana menyampaikan tentang “Review on Railway Bridge Technology”. Narasumber kedua Dwi Phalita Upahita, PhD dari BPPT menyampaikan tentang “Digital Transformation in Transportation”. Kemudian narasumber ketiga Dr. Tenfei Xu dari Southwest Jiaotong University (SWJU) membahas mengenai “Design of concrete bridge for high speed railway”. Narasumber selanjutnya dari SWJU yaitu Dr. Song Xia membahas “Shear connectors in steel-concrete composite beams & hybrid segments”. Narasumber terakhir SWJU yaitu Dr. Xun Zhang memaparkan “The main technical standards of high-speed railway bridges”

 

Keterangan gambar: Narasumber SWJU

Setelah semua narasumber melakukan pemaparan, sesi tanya jawab dan diskusi, Bapak Deputi Bidang TIRBR memberikan kesimpulan utama di webinar ini, yaitu bahwa jembatan merupakan infratruktur yang sangat penting bagi kemajuan industri perkeretaapian di Indonesia. Dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak sungai, jembatan adalah satu-satunya infrastruktur penghubung. Oleh sebab itu diperlukan pengawasan berkala agar jembatan yang ada di Indonesia layak untuk dilewati. Kondisi Indonesia yang rawan terjadi gempa bumi meningkatkan resiko terjadinya musibah, sehingga kehadiran Artificial Intellegence (AI) sangat diperlukan untuk memprediksi resiko musibah tersebut, yaitu dengan preventive maintenance. Selain itu studi kelayakan jembatan juga harus memperhatikan hasil analisis ketahanan gempa.

 Pembahasan “Transformasi Digital dalam Transportasi” menunjukkan, bahwa saat ini sektor transportasi mengalami transformasi digital pesat sejalan dengan kemajuan teknologi AI untuk meningkatkan pelayanan dalam sektor transportasi dalam kehidupan sehari-hari yang semakin efektif, efisien, cepat dan saling terhubung.