Tel: (021) 3169335, Email: sekr-tirbr@bppt.go.id

Sebagai bagian dari uji selama road test B30, Kepala Balai Teknologi Termodinamika,Motor, dan Propulsi (BT2MP), Tjahjo Pranoto bersama para pemangku kepentingan menyaksikan uji prespitasi dan uji kemampuan kendaraan untuk dinyalakan (start ability) setelah didiamkan (soaking) selama periode tertentu pada kondisi udara dingin kendaraan mesin diesel yang menggunakan bahan bakar B30 (dengan kandungan Monogliserida yang berbeda) di Dieng, Jawa Tengah (14/08) pada pukul 03.00 dini hari. Tujuan dilakukannya uji ini adalah untuk menentukan nilai kandungan Monogliserida (MG) yang optimum yang akan diimplementasikan sebagai standar acuan mutu bahan bakar B30 di Indonesia.

Uji prespitasi adalah pengukuran berat zat dalam kandungan B30 dengan menggunakan metoda Cold Soak Filter Test (CSFT) dari ASTM D7501. "Pengujian dilakukan dengan jalan membiarkan (soaking) bahan bakar pada corong terpisah selama periode selama 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari pada kondisi suhu lingkungan di dataran tinggi Dieng" , terang Hari Sumartono selaku penanggung jawab kegiatan dari BT2MP.

"Sedangkan uji start ability adalah uji kemampuan kendaraan untuk dinyalakan setelah didiamkan (soaking) selama beberapa hari pada kondisi udara dingin. Pengujian dilakukan pada 2 kelompok kendaraan dimana tiap kelompok terdiri atas 3 unit Toyota Innova Diesel. Kelompok pertama dilakukan 3 kali soaking yaitu selama 3 hari, 7 hari, dan 14 hari. Sedangkan untuk kelompok kedua dilakukan soaking selama 21 hari. Uji start ability dilakukan di setiap akhir periode soaking." imbuhnya.

Bahan bakar yang digunakan  untuk uji prespitasi dan start ability adalah solar murni (B0), B30 dengan kadar Monogliserida (MG) sebesar 0,4 (%-massa) dan B30 dengan kadar Monogliserida (MG) sebesar 0,55 (%-massa).

Pelaksana uji adalah Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3tek KEBTKE) KESDM, Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas (LEMIGAS) KESDM, serta Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) BPPT.

Adapun pendanaan road test berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Dukungan lain yang diberikan industri adalah bantuan bahan bakar dari PT Pertamina (Persero) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), serta penyediaan kendaraan uji dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).