Tel: (021) 3169335, Email: sekr-tirbr@bppt.go.id

Menempati Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Kamis (13/06), Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Sutijastoto dan Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana, me-launching Road Test Penggunaan Bahan Bakar B30 (campuran biodiesel 30% pada bahan bakar solar) pada kendaraan bermesin diesel.

Launching Road Test B30 ditandai dengan pelepasan keberangkatan 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer

Kepala BPPT, Hammam Riza menjelaskan, “Mandatori B30 ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, mensejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM dalam negeri”. 

BPPT melalui unit kerja BT2MP (Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi) dan BTBRD (Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain) turut andil dalam program Road Test B30 ini.  

 

BTBRD memastikan handling dan penyimpanan bahan bakar uji agar bebas kontaminasi, melaksanakan quality control, dan monitoring kualitas bahan bakar selama kegiatan road test. Lebih lanjut, BTBRD juga berperan dalam pelaksanaan road test untuk mendukung analisis konsumsi bahan bakar, baik pada kendaraan ≤ 3,5 ton (mobil), maupun pada kendaraan > 3,5 ton (truk).

Di sisi lain BT2MP melakukan uji pengaruh bahan bakar B30 terhadap unjuk kerja, emisi, dan konsumsi bahan bakar; serta pengaruh jangka panjang dari bahan bakar uji terhadap parameter-parameter tersebut.

“Road test B30 ini penting untuk mengkonfirmasi bahwa penggunaan bahan bakar B30 tidak mempengaruhi kinerja mesin kendaraan.Pemerintah akan mewajibkan penggunaan campuran biodiesel 30% atau B30 pada kendaraan ini mulai Januari tahun depan. Wajib diimplementasikan Januari 2020,” terang Ignasius Jonan.

Pelaksanaan road test ini merupakan wujud sinergi antara lembaga litbang pemerintah dan industri dalam kebijakan sektor ESDM. Koordinator dan pelaksana kegiatan uji adalah Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3tek KEBTKE) KESDM, Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas (LEMIGAS) KESDM, Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain (BTBRD) BPPT, serta Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) BPPT. 

Adapun pendanaan road test berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit. Dukungan lain yang diberikan industri adalah bantuan bahan bakar dari PT Pertamina (Persero) dan Asosiasi Produsen Bioufels Indonesia (APROBI), serta penyediaan kendaraan uji dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).